Tag Archives: presiden jokowi

Pak Gub Ingin Naik Level….

Foto: Status no : 0067  PAK GUB INGIN NAIK LEVEL....  Pak Bos :

Pak Bos : “Nggedebus kabeh!, nggak ada yang bisa dipercaya!, Teleeek telek….”.

Mr. Choro : “Pagi-pagi kok sudah sudah ngedumel gitu ada apa to Pak Bos”.

Pak Bos : “Politik di Indonesia ini memang nggak mutu Cho, katanya dulu nggak mikir, nggak mikir, nggak mikir copras capres… eee ternyata sama saja dengan yang lain, akhirnya nyapres juga”

Mr. Choro : “Maksud Pak Bos itu siapa?”

Pak Bos : “Chooo, cho, kayak kamu gak tahu saja”

Mr. Choro : “Oo… Pak Gub maksudnya? Kenapa kok Pak Bos bisa sewot begitu? Emang gak boleh apa pengin nyapres?”

Pak Bos : “Ya bolah boleh saja Cho… tapi yang namanya pemimpin itu kalau omongannya sudah tidak bisa dipegang apalagi yang lain?. Saya ini dulu pendukung Pak Gub. Waktu itu saya memilih dan mendukung beliau karena menaruh harapan besar akan bisa mengatasi segala persoalan kesemrawutan Jakarta sepeti kemacetan, banjir dan lain-lainnya. Lha sekarang baru seumur jagung menjabat, berbagai permasalahan dan persoalan yang harus diatasipun masih jauh dari beres, lha kok malah ditinggal pergi. Di mana tanggung jawabnya? Kalau hasil kerjanya kelihatan sih gak papa… Sekarang ini Jakarta masih jauh dari nyaman Cho…Jika mengurus hal yang kecil saja keteteran begitu apalagi negara Cho… Ini kayaknya nasib ratusan juta rakyat mau dibuat main-main…”

Mr. Choro : “Beliau nyapres itu kan bukan kehendak sendiri to Pak Bos, tapi kehendak rakyat banyak. Awalnya sih saya yakin niatnya pengin mengatasi persoalan Jakarta makanya ketika ditanya bilang nggak mikir… tapi lama kelamaan kalau didesak dan dibanjiri dukungan terus menerus dari sana sini ditambah lagi survei dimana-mana menempatkannya sebagai nomor satu calon Presiden terpilih, ya …. akhirnya mikir juga…

Bayangkan menjadi Presiden di Negara dengan jumlah penduduk terbesar nomor empat se dunia, luas wilayah sebesar nirwana berjuluk zamrud khatulistiwa, siapa yang nggak kepengin. Peluang dan kesempatan tidak akan datang dua kali Boss…

Saya dulu kan sudah pernah bilang bahwa untuk mengatasi persoalan Jakarta itu hanya bisa diselesaikan oleh tokoh sekelas Presiden, makanya dari itu mungkin beliau berpikir hanya dengan menjadi presiden lah persoalan Jakarta bisa diselesaikan”.

Pak Bos : “Aku nggak mau mikir itu Cho… ini masalah integritas sebagai seorang pemimpin. Seorang yang seharusnya mampu mengukur dan menakar sejauh mana kemampuan dirinya sehingga memiliki komitmen dan keteguhan dan hati, kata dan perbuatan. Bukan semudah itu terpengaruh oleh iming-iming dan bujuk rayu dari siapapun.

Saya bukan berarti tidak setuju beliau mencalonkan diri sebagai Presiden. Tapi apakah harus secepat itu? Kenapa tidak menunggu minimal satu periode menjabat lah. Saya tidak percaya sesuatu yang instan. Lihatlah bagaimana nasib artis-artis yang lahir dari ajang kontes-kontesan itu…. Banyak yang sewaktu juara dielu-elukan sesaat tapi sekarang entah bagaimana kabar beritanya….

Saya sangat setuju dengan iklan kopi di tipi itu. Kualitas sejati teruji oleh waktu katanya….”

Mr. Choro : “Ya. Saya juga setuju dengan Pak Bos, prediksi masa depan bisa dilihat dari pola-pola yang terjadi di masa lalu dan kecenderungan-kecenderungan yang sedang terjadi. Saya berpendapat proses lahirnya pemimpin di tahun 2014 ini ada sedikit kemiripan dengan sepuluh tahun lalu. Makanya dibilang pesimis ya pesimis, dibilang optimis yang optimis aja. Tapi ya mau gimana lagi… Wong itu sudah kehendak rakyat. Suara rakyat katanya suara Tuhan, kalau ternyata di kemudian hari ternyata apa yang diimpi-impikan tidak kesampaian, ya silakan dirasakan dan ditanggung sendiri akibatnya…. mari kita lihat nanti, semoga saja tidak terjadi hal-hal yang buruk ya bos”.

Pak Bos : “Iyo cho, tapi ngomong-ngomong kamu dukung siapa Cho…?”

Mr. Choro : “Apa Bos…”

Pak Bos : “Pilpres ini kamu pilih siapa?”

Mr. Choro : ” Aku Bos?”

Pak Bos : “Iyo iyo…”

Mr. Choro : “Aku milih Presiden yang jadi alias yang terpilih saja Bos”.

Pak Bos : “Maksudmu piye to?”

Mr. Choro : “Ya saya akan selalu memilih dan mendukung Presiden yang sudah jadi dan terpilih secara sah. Sebagai rakyat, kita ini kan harus menghormati seorang pemimpin jika ingin juga dihormati saat jadi pemimpin. Peribahasa Jawanya ‘ngunduh wohing pakarti’. Artinya setiap orang akan memanen apa yang ia tanam, baik itu baik atau buruk.Saya mengamati mereka yang menjadi tukang menjelek-jelekkan pemimpinnya, jika menjadi pemimpin akan dijelek-jelekkan juga oleh yang rakyat yang dipimpinnya.

Lagi pula saya juga yakin semua calon itu semuanya naitnya baik. Tidak ada satupun yang berniat setelah jadi pemimpin ingin menyengsarakan rakyatnya. Semuanya ingin rakyatnya hidup adil, makmur dan sejahtera. Kalau ada calon presiden yang berniat rakyatnya sengsara saya yakin ia akan kualat tujuh turunan karena didoakan jelek oleh orang banyak.

Semua calon presiden pasti memiliki TUJUAN yang baik, VISI yang baik, END yang baik, Yang membedakan adalah HOW? CARA dan PROSES nya bagaimana? MISI nya bagaimana? WAYs nya bagaimana?

Berhasil atau gagal? Waktu yang akan membuktikannya…
Apakah pemimpin yang baru akan mengunduh hormat atau hujat? mari kita lihat nanti saja bagaimana ending drama kehidupan nyata berikutnya…

Pak Bos : “Rokoan dulu Cho”.

Mr. Choro : “Aku sudah berhenti merokok Bos…sory”