Tag Archives: htpc

Menonton Film 3D di PC (HTPC)

3d movie Teknologi Komputer dan Internet selalu berkembang setiap saat termasuk di dalamnya bidang multimedia video dan audio. Perkembangan itu mengarah kepada satu hal, yaitu bagaimana menciptakan konten hiburan seperti wujud aslinya layaknya di alam nyata tanpa harus menggunakan peralatan pemutar  multimedia sehingga memberikan kesan ‘being  there’. Contohnya adalah suara instrument yang mendekati suara alat-alat musik aslinya, gambar-gambar beresolusi sangat tinggi yang mendekati alam nyata, dan juga video yang juga berresolusi tinggi di tambah efek tiga dimensi.

3d movie2

Perkembangan konten multimedia digital yang sedang populer saat ini adalah teknologi 3D untuk video. Jika pada zaman dahulu untuk menikmati tampilan film 3D harus mengunjungi theater cinema tertentu yang menyediakannya, maka dengan internet semua itu dapat dinikmati dengan mudah dimanapun berada, termasuk di depan komputer atau TV LED yang ada di ruang tamu kita.

Bila anda telah memiliki TV atau multimedia player berfitur 3D, maka hal tersebut tentu tidak menjadi masalah. Namun bagi yang belum memilikinya tidak perlu risau dan harus mengeluarkan uang lebih karena pada  kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial cara menikmati film 3D di rumah menggunakan komputer PC, laptop, HTPC dan lainnya.

Sarana yang harus ada :

  • Perangkat multimedia player (Laptop, PC dan lain-lainnya). Bagian ini tidak akan saya bahas karena perangkat komputer atau laptop bukanlah hal yang asing saat ini.
  • Film berjenis 3D.  Film berjenis 3D memiliki spesifikasi khusus sehingga berbeda dengan film biasa. Untungnya di era sekarang relatif cukup mudah untuk mendapatkannya. Kita bisa googling atau mendownloadnya di youtube, di situs-situs penyedia film, situs-situs hosting (misalnya ganool atau indowebster), beli langsung dari mereka  yang  telah mendownload film tersebut dan lain sebagainya terlepas dari hal tersebut merupakan pelanggaran hak cipta (Lha gimana lagi wong harga filmya memang masih relatif mahal dan belum terjangkau oleh sebagian kita).
  • Kacamata 3D. Kacamata 3D cukup mudah di dapatkan di pasaran baik di toko-toko aksesoris komputer maupun beli secara online sehingga cara paling mudah tentu saja membelinya. Harganyapun tidak begitu mahal. Namun jika kita malas membelinya, kita dengan mudah membuatnya dengan mamanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita antara lain :
    • Kertas karton atau kacamata biasa yang murah.
    • Plastik mika yang biasa berwarna merah dan hijau digunakan untuk sampul jilid buku.
    • Gunting
    • Lem atau double selotip.
    • Cara membuatnya :
      • Bila menggunakan kacamata bekas, lepas kacanya kemudian ganti dengan plastik ganti sebelah kanan dengan mika biru dan kiri dengan mika berwarna merah.
      • Bila menggunakan kertas silahkan menggunakan desain di bawah ini kemudian dicetak dengan printer dan kacanya ditempel dengan mika biru untuk sisi kanan dan mika merah untuk sisi kiri.
      • Coba kacamata 3Dnya dengan melihat screenshots film pada gambar di atas, kalau efek 3Dnya  keluar berarti bikin kacamatanya sudah berhasil.

3D_Glasses_3

  • Perangkat lunak/aplikasi pemutar film 3D.  Terakhir yang diperlukan adalah aplikasi pemutar video 3D, ada banyak yang tersedia di internet dan dapat diunduh secara bebas di internet misalnya :
    • KM Player
    • Stereoscopic Player
    • Nvidia Vision Video Player
    • VLC player
    • MPC Player
    • Bino video Player (untuk Linux)
    • Dan lain sebagainya

Berikut ini saya akan memberikan contoh termudah untuk menikmati video 3D :

  1. Unduh KMPlayer di websitenya http://kmplayer.com/ kemudian install di komputer dengan mengikuti petunjuk sesuai petunjuk di layar (saya sarankan menginstallnya sebaiknya sambil tersambung ke internet.
  2. Jalankan aplikasinya.
  3. Putar filenya.
  4. Atur pengaturan mode 3D di aplikasinya
  5. Pakai kacamatanya 🙂
  6. Enjoy….

Gunakan Perangkat Android sebagai Remote Control HTPC

Perangkat Android sebagai Remote Control  HTPC-XBMC dengan sinyal wifi

Di era sekarang, tidak lengkap rasanya jika memiliki multimedia player tanpa sebuah remote control.  XBMC sebagai aplikasi pemutar multimedia HTPC kita kebetulan telah dilengkapi dengan aplikasi remote control untuk android yang bisa diunduh di Play Store secara gratis, sehingga kita tidak lagi perlu repot-repot membeli dan memakai perangkat lain untuk mengontrolnya. Kali ini saya akan memberikan tutorial tentang cara mengeset perangkat Android kita agar menjadi remote control dengan menggunakan sinyal wifi.

A.  Mempersiapkan Wifi Hotspot

1.  Syarat utama yang harus ada adalah ruangan tempat kita berada harus mengandung “udara ber-wifi”. Caranya tentu saja kita harus memasang perangkatnya. Bisa dengan mengaktifkan hotspot wifi portable (tethering) yang ada di perangkat android atau memasang perangkat pemancar wifi tersendiri. Jika di rumah kita telah ada jaringan wifi dari modem ADSL atau fiber optik untuk internet,  tentu hal tersebut tidak menjadi masalah. Namun jika jaringan telepon kabel belum ada, saran saya adalah membeli modem telepon seluler yang telah dilengkapi wifi, sehingga meskipun kartu SIM sedang tidak digunakan (karena pulsanya habis atau lainnya), kita tetap bisa menggunakan sinyalnya untuk dijadikan sebagai pengganti kabel yang akan menghubungkan komputer HTPC kita dengan perangkat-perangkat komputer/tablet/smartphone lainnya (misalnya tablet android).  Dengan demikian Komputer HTPC kita bisa dijadikan server yang datanya bisa diakses oleh perangkat lain tanpa kabel ( Wireless LAN).

2.  Pada tutorial ini saya asumsikan kita menggunakan modem wifi hotspot (Penulis menggunakan modem + wifi ZTE MF70 yang tidak perlu dipasang di komputer atau laptop melainkan hanya dicolokkan ke charger HP ber-slot USB dan langsung ditancapkan di stop kontak aliran listrik). Untuk peralatan sejenis yang lainnya saya kira tidak jauh berbeda.

 

3.  Setelah udara di rumah kita mengandung ‘wifi’, pastikan komputer HTPC  dan Smartphone atau tablet Android kita telah tersambung dengan jaringan itu. (Untuk komputer PC tentu perlu tambahan Wifi adapter agar dapat menangkap sinyalnya.

 

choromaster wifi

Jika belum tahu cara mengoneksikan jaringan Lan wireless tersebut, caranya adalah dengan meng-klik “wireless network connection” yang ada di taskbar windows pojok kanan bawah kemudian klik “View Wireless Networks” (untuk windows XP) atau juga bisa dengan melalui control panel.

 choro gitu loh..

B. Konfigurasi jaringan di Aplikasi HTPC kita

1.  Pada menu utama klik SISTEM – Setelan – Jaringan, selanjutnya centang opsi “Allow control of XBMC via UPnP” dan “Allow program on other system to control XBMC”.

setting-jaringan-xmbc

2. Isilah username dan password sesuai keinginan, di sini saya beri contoh username adalah ‘xbmc’ dan passwordnya adalah “123”

3.  Lihatlah profil sistem di menu SISTEM – Informasi sistem untuk melihat alamat IP komputer host (Komputer HTPC – XBMC kita).

 Informasi dasar-xmbc

C. Konfigurasi Perangkat android.

2. Nyalakan koneksi wifi pada android kemudian hubungkan dengan jaringan/SSID yang sama dengan Komputer HTPC/Host.

2. Install xbmc remote di perangkat android dari android market/play store (jika wifi kita tidak terhubung ke internet maka bisa menggunakan sambungan data dari kartu telepon seluler kita).

3. Setelah terinstall pilih/tap : menu – Setting – Manage XBMC Hosts

4. Pilih/tap lagi : menu – Add host, kemudian isilah sesuai contoh:

– Name of this Instance : Choromaster Remote (terserah sesuai keinginan)

-Host or IP address : 192.168.0.100 (sesuai informasi sistem – informasi dasar yang telah kita buka sebelumnya.

– HTTP API port : 8080 (default)

– Username : xbmc (sesuai setting di host)

– Password : 123 (sama dengan di atas)

– EventServer port : 9777 (default)

– Wifi only : “dicentang”

-Access Point : choromaster-wifi-gitu-lhoh… (sesuaikan dengan nama akses point perangkat wifi yang kita miliki)

-Mac Address : 00:16:44:73:6B:63 (sesuaikan dengan data yang ada di setingan perangkat wifi kita) – setingan modem wifi ZTE MF70 melalui internet browser menggunakan IP Adress http://192.168.0.1 atau http://m.home. Password default ‘admin’ (lihat gambar berikut)

mobile modem

 – Wait after WOL in seconds : 40 (default)

– WOL Port : 9 (default)

4.  Kemudian tap : OK

SELESAI…

Setelah terjalin koneksi antara perangkat android dan HTPC-XBMC, maka… VoiLa…

Remote kontrol multimedia center kita pun siap digunakan untuk mengoperasikan XBMC….

MEMBANGUN HOME THEATER PC – HTPC

Home artinya rumah, theater atau teater artinya gedung atau ruangan tempat pertunjukan film, sandiwara dan hiburan lainnya.  Di era kehidupan sekarang terutama di kota-kota besar, orang-orang lebih banyak memilih untuk menikmati hiburan di rumah setelah seharian bekerja. Di samping kondisi badan sudah lelah, situasi seperti kemacetan lalu lintas atau kesemrawutan lainnya juga membuat orang malas untuk keluar sehingga lebih memilih untuk menonton TV, Film, mendengarkan lagu dan aktivitas hiburan lainnya di rumah.

Meskipun sudah banyak artikel dan tulisan yang membahas tutorial tentang merancang sebuah home theater PC, namun saat ini  penulis akan mencoba berbagi pengalaman saat membangun sebuah One Stop Entertainment Center di rumah, barangkali bisa dijadikan referensi alternatif lain bagi yang berkeinginan untuk memanfaatkan komputer PC kita sebagai sebuah perangkat multimedia yang bisa menjadi pusat hiburan sekeluarga dengan biaya yang cukup terjangkau.

I.  PERSIAPAN.  Hal-hal yang perlu dipersiapkan antara lain :

1.  Ruangan/Tempat.

Hal terbaik tentu saja menyediakan ruangan khusus untuk dijadikan tempat hiburan ini. Kita akan lebih bisa fleksibel mengatur tata ruang agar memberikan sensasi yang lebih mendekati sebuah cinema sesungguhnya seperti gedung bioskop kelas XXI. Adanya sebuah ruangan khusus home teater membuat kita bisa lebih leluasa memilih dekorasi, furniture, pelapis dinding dan wallpaper dan aksesoris lainnya agar sesuai dengan keinginan serta memberikan efek optimal bagi kualitas gambar dan suara. Bagi yang memiliki ruangan terbatas seperti saya bisa memanfaatkan ruang keluarga atau ruang tamu. Lagi pula dengan memanfaatkan ruangan yang sudah ada  misalnya ruang keluarga dekat dapur ada kelebihan yang lain yaitu aktivitas menikmati hiburan bisa dibarengi dengan aktivitas yang lain misalnya membuat kopi atau mie instan.

2.  Hardware/perangkat keras.

Sangat sulit menentukan hardware terbaik karena semua tergantung kemampuan dana dan anggaran yang akan dialokasikan. Istilah Jawa yang mengatakan “ana rega ana rupa” atau “kualitas berbanding lurus dengan harga” mungkin bagi saya tetap berlaku untuk produk elektronik. Artinya semakin mahal harga sebuah perangkat elektronik tentu relatif memberikan kualitas yang lebih baik. Untuk memilih dan menyiapkan perangkat multimedia, sebaiknya kita lebih cerdas dan bijaksana dalam memilih dengan tetap melihat sejauh mana kemampuan keuangan kita. Perangkat keras yang perlu disiapkan antara lain :

a.  CPU. Sesuai fungsinya sebagai otak sebuah komputer PC, CPU merupakan perangkat inti dalam membangun sebuah HTPC. Secara umum menurut penulis spesifikasi CPU dengan harga paling murah saat ini sudah cukup memadahi jika hanya digunakan untuk menampilkan sebuah berkas multimedia, bukan untuk dibebani dengan tugas-tugas yang relatif berat misalnya untuk gaming atau prosess multitasking berat. Namun demikian perlunya perangkat tambahan tidak hanya mengandalkan bawaan onboard contohnya Kartu Grafis atau Kartu suara jelas akan memberikan kualitas yang jauh berbeda.

CPU yang penulis gunakan :

–  Mainboard standar sesuai dengan prosesornya lengkap dengan slot-slot PCIe, PCI, SATA dll. (cukup, jika budget lebih tentu spek tinggi akan lebih baik)

– Processor : AMD Athlon X2 (cukup tapi lebih baik lagi bila spek lebih tinggi – untuk processor Intel silahkan pilih padanannya, yang jelas makin tinggi kecepatan dan performanya makin mahal harganya)

x2,jpg

– Graphic Card : Asus GeForce G210 Silent 512 MB DVi VGA HDMI (penulis lebih memilih yang berpendingin statis tanpa kipas karena dari segi harga lebih murah. Bila memang mampu tentu saja lebih mahal lebih bagus)

0001166_asus_geforce_g210_silent_512mb_ddr2_dvi_vga_hdmi_out_directx_101_low_profile_pci_e_graphics_card

– Sound Card PCI: Creative Sound Blaster channel 5.1 (cukup)

creative sb51vx

– RAM/Memori : 2 GB (lebih dari cukup)

– HDD : 500 GB (Penulis masih merasa kurang, 1 atau 2 TB mungkin lebih leluasa untuk menyimpan data apalagi lebih)

– Chasing : PowerLogic Azzura (penulis tertarik dengan tutup Optical Drivenya sehingga DVD RW tidak tampak dari depan)

PowerLogic Azzura 3000-500x500

– DVD RW (Lebih baik lagi bisa diganti dengan pemutar Bluray, tapi harga cakram kepingnya saja masih relatif mahal apalagi filmnya)

b.  Monitor.

Monitor merupakan penampil gambar atau video, jadi fungsinya tak kalah pentingnya dengan CPU. Kita bisa memilih penampil gambar/video sesuai dengan budget yang kita miliki. Bisa menggunakan monitor CRT (not recommended karena boros listrik), TV Plasma, TV LCD, LED, Projector dan lain sebagainya. Sesuaikan ukuran layar dengan ruangan yang ada.

Monitor yang penulis gunakan :

– LCD TV Sharp Aquos 40 inch.

LC-40L500M_-500x500

c.  Pengeras Suara/Amplifier.

Senada dengan CPU dan monitor, maka pemilihan sound system tak lepas dari yang namanya anggaran. Dengan semakin menjamurnya sound system untuk Home Theatre dengan channel suara 5.1, maka pilihan adalah terserah anda.

Sound System yang penulis gunakan :

Polytron Big Band Home Theater.

Big Band Home Theatre Polytron

Sedikit mereview tentang sound system ini kenapa penulis memilihnya adalah karena ukuran speakernya yang besar. Speaker penulis anggap bukan hanya sekedar pemberi output suara namun juga sebagai unsur dekorasi sehingga ukuran speaker yang jumbo kelihatan lebih mantap untuk sebuah home teater. Dari segi harga produk buatan dalam negeri ini cukup ekonomis dengan kualitas suara Polytron yang tentu tidak diragukan lagi. Bagaimanapun juga suara dengan speaker besar tetap berkesan memberikan suara yang mantap pula, itu pandangan subjektif penulis.

Ada beberapa hal yang menurut penulis menjadi kelemahan dari sound system ini yaitu port input suara hanya dua kanal stereo, bukan untuk surround sound 5.1. Sistem suara surround “hanya” merupakan Dolby Digital Prologic yaitu sistem algoritma tertentu yang dapat manipulasi otak kita agar suara yang kita dengar berkesan seperti surround sound.  Hal ini terbukti ketika saya test dengan aplikasi bawaan sound blaster, suara untuk rear speaker dan center speaker tidak mau keluar. Menurut saya itu hal yang wajar untuk harga ekonomis dan kualitas suara yang sudah demikian mumpuni.

Kelemahan kedua adalah speaker subwoofer yang menyatu dengan suara nada rendah. Meskipun nada bass yang dihasilkan sudah sangat mantap namun saya merasa masih ada yang kurang. Maklumlah namanya juga manusia, tak pernah ada batas keinginannya.

Kebetulan penulis memiliki power Amplifier bekas untuk mobil yang akan penulis modifikasi untuk mengeluarkan suara di rear speaker dan center speaker. Jadi di samping system surround artificial bawaan polytron, home theater ini juga akan mengeluarkan pula suara asli surroundnya dari power amply tersebut.

d.  Peripheral pelengkap.

Untuk kenyamanan memang lebih baik menggunakan peripheral nirkabel daripada dengan kabel, apalagi layar yang kita hadapi cukup besar sehingga kurang nyaman saat akan mengoperasikan komputer harus mendekat ke layar monitor.

Beberapa peripheral pelengkap antara lain :

– Wireless Microphone.

– Wireless Mouse / Keyboard

– Wireless Remote PC

– Wireless Stick PS.

– dll

Untuk perangkat imput, penulis cukup menggunakan remote PC buatan targus untuk mengoperasikan CPU tersebut, karena memang rencananya hanya akan digunakan untuk pemutar multimedia, bukan untuk kerja. Untuk pengetikan sederhana penulis rasa masih bisa menggunakan on screen keyboard. Perangkat ini memang pertama cukup kurang nyaman saat dioperasikan dan lebih nyaman menggunakan mouse/keyboard wireless, namun lama-kelamaan akan terbiasa. Kelebihan perangkat ini terutama pada kekompakannya sehingga dalam posisi apapun tetap bisa mengatur kursor di layar. Seandainya memiliki remote PC sejenis remote TV tentu akan lebih baik.

$(KGrHqV,!rkFBCQ81N+!BQVRnLMdOg~~60_35

3. Software/Perangkat lunak.

Home Teater ala Choro

3. Software/Perangkat lunak HTPC.

a. Sistem Operasi.

Silahkan pilih sistem operasi yang diinginkan apakah itu Windows atau Linux tergantung lebih familiar yang mana. Kalau saya menduga pasti sebagian besar kita lebih familiar dengan Windows daripada Linux. Jadi penulis menggunakan windows saja meskipun ada pula aplikasi Linux Ubuntu yang dibundle langsung dengan XBMC (XBMCbuntu).  Bagi yang tertarik untuk mencoba silakan lihat reviewnya http://www.libreoffice.org/download/ dan untuk download CD installernya DI SINI.

b.  Aplikasi Media Center.

Aplikasi media center adalah aplikasi utama setelah Sistem Operasi karena akan menjadi pemutar dari berbagai file multimedia yang kita miliki. Banyak sekali aplikasi media center yang tersedia di Internet dan siap di download secara gratis, misalnya http://www.free-codecs.com/download/media_player_classic.htmPlex Media CenterWindows Media Center, Boxee, dan masih banyak lagi.

Penulis menggunakan salah satu aplikasi di atas yaitu XBMC.

Apa itu XBMC?

xbmc_beta_front

XBMC adalah pemenang penghargaan aplikasi pemutar multimedia gratis dan berlabel sumber terbuka (open source) – (GPL). XBMC tersedia untuk Linux, OSX dan Windows. Dibuat pada tahun 2003 oleh kelompok programmer. XBMC adalah proyek nirlaba yang dijalankan dan dikembangkan oleh para sukarelawan di seluruh dunia.  Lebih dari 50 pengembang perangkat lunak telah berkontribusi untuk XBMC, dan seratus lebih penerjemah telah bekerja memperluasnya sehingga tersedia lebih dari 30 bahasa.

Sementara fungsi-fungsi XBMC sangat baik sebagai standar aplikasi pemutar media untuk komputer, juga sudah didesain untuk pendamping sempurna HTPC kita. Mendukung hampir semua remote control, dan dikombinasikan oleh antar muka yang cantik dan mesin skin yang powerful. XBMC terasa sangat natural untuk digunakan di sofa dan sebuah solusi yang ideal untuk home teater kita.

Saat ini XBMC dapat digunakan untuk memainkan hampir semua format audio dan video.  Di desain untuk  memutar berkas di jaringan secara streaming dari manapun di rumah atau secara langsung dari internet menggunakan beberapa protokol praktis yang tersedia. Dapat digunakan untuk memainkan berbagai media seperti CD dan DVD langsung dari cakram atau file image, hampir semua format arsip pupuler dari hardisk kita, meskipun file tersebut di dalam arsip ZIP atau RAR. Dia akan memindai semua media dan secara otomatis membuat library pribadi lengkap dengan sampul kotak, deskripsi, dan penggemar seni. Terdapat fungsi daftar main dan slideshow, fitur  informasi cuaca dan beberapa visualisasi audio. Sekali kita pasang, komputer kita akan menjadi berfungsi sebagai pemutar multimedia lengkap.

Bagian yang terbaik adalah…. Gratis meeen, XBMC menampilkan semua antarmuka gambar dalam resolusi 1080 dan secara otomatis mengunduh karya seni berkualitas tinggi dan gambar latar untuk tiap film/ atau TV.

Sepertinya sampai sekarang penulis belum menemukan aplikasi multimedia center selengkap XBMC, setelah penulis mencoba beberapa aplikasi media center yang lain. Pada saat tutorial ini ditulis XBMC sudah memasuki versi 12 Frodo (versi beta).

Silahkan unduh Aplikasi Istimewa ini di sini :

http://xbmc.org/

4.  Aplikasi tambahan.

Aplikasi tambahan adalah aplikasi yang menjadi cadangan sewaktu – waktu diperlukan, meliputi :

Aplikasi Office.

Tampaknya kurang lengkap sebuah komputer bila tidak dilengkapi dengan aplikasi pengolah kata dan angka, jadi tetap perlu dipasang barangkali saja sewaktu-waktu digunakan meskipun tidak rutin. Sebaiknya pasang saja aplikasi office gratisan seperti Open Office atau Libre Office. Juga aplikasi Adobe Reader atau Foxit Reader untuk menjalankan dokumen berformat pdf.

Unduh Open Office : http://www.openoffice.org/download/

Unduh Libre Office : http://www.libreoffice.org/download/

Unduh Adobe Reader : http://get.adobe.com/reader/

Unduh Foxit Reader :  http://www.foxitsoftware.com/downloads/

Aplikasi multimedia player yang lain.

Ada kalanya aplikasi XBMC tidak dapat memutar suatu file multimedia dengan format tertentu (pernah saya alami beberapa format video hanya keluar suaranya saja) dan hanya dapat diputar dengan aplikasi player lain. Karena itu aplikasi multimedia player seperti VLC player, MPC, Total Video Player dan lain-lainnya tetap perlu terpasang.

Unduh VLC Media player : http://www.free-codecs.com/download/media_player_classic.htm

Unduh Media Player Classic : http://www.free-codecs.com/download/media_player_classic.htm

Unduh E.M. Total Video Player : http://www.effectmatrix.com/total-video-player/index.htm

Aplikasi utility.

Aplikasi utility dipergunakan untuk memperbaiki performa PC kita agar senantiasa berkinerja optimal misalnya untuk membersihkan file-file sampah yang tidak perlu, membersihkan registry pada windows, mencek dan mendefrag HDD, termasuk didalamnya untuk meng –auto start up program XBMC kita agar langsung menyala pada saat komputer selesai booting. Program aplikasi ini antara lain Tune Up utilities, CC Cleaner, AML cleaner, defragler, Uninstaller dan masih banyak lagi.

Unduh CC Cleaner : http://www.piriform.com/ccleaner

Unduh AML Cleaner : Windows Media Center

Unduh defragler : http://www.piriform.com/defraggler/download

Aplikasi Security.

Aplikasi untuk keamanan PC dari serangan virus, malware, worm dan lain sebagainya misalnya antivirus, firewall dll.

5.  Langkah-langkah membangun sebuah HTPC :

  • Instalasi Sistem Operasi.

Sebagaimana telah ditulis di awal, proyek ini akan fokus pada aplikasi yang berjalan di platform windows (Untuk Linux, IOS atau OS lainnya silahkan googling).

Saya juga tidak akan membahas cara instalasi windows karena sudah begitu banyak tutorial yang tersedia di Internet. Saat ini saja saya masih menggunakan windows XP, untuk pengaturan di windows 7 atau windows 8 tentu caranya tidak jauh berbeda.

  • Instalasi Driver Hardware.

Hal pertama yang biasa kita lakukan setelah instalasi Sistem Operasi adalah instalasi driver hardware; antara lain chipset, network adapter, video, audio, dan berbagai perangkat lainnya. Ada dua device driver yang perlu mendapat perhatian di sini terkait fungsi PC sebagai Home Theater yaitu instalasi driver untuk perangkat kartu grafis (PCIe graphic card) dan kartu suara (PCI sound card) karena kedua perangkat itulah soket utama CPU yang akan dihubungkan ke monitor dan sistem suara yang akan kita gunakan sebagai pemutar file multimedia kita. Instalasi device driver dapat menggunakan software dalam CD yang dibundling di card yang kita beli.

  • Instalasi Aplikasi Media Center.

Setelah kita menginstall OS beserta hardware drivernya, langkah selanjutnya adalah instalasi aplikasi media center XBMC.  Cara instalasinya juga mudah. Tinggal unduh program di situsnya http://xbmc.org/download/,  selanjutnya jalankan file instalasinya

  • Instalasi Software Tambahan.

Instalasi software tambahan ini antara lain : Aplikasi office, multimedia player lain (VLC, MPC, GOM Player, WMP, Total Player dll), aplikasi security (Antivirus, firewall, anti spyware dll), aplikasi utility (reg cleaner, Tune Up, dll) dan software-sofware lain yang menurut kita perlu dipasang.

Pengaturan Tampilan Gambar dan Suara.

Untuk mendapatkan tampilan gambar dan suara yang maksimal, perlu ada pengaturan suara dan gambar sesuai device adapter yang kita pasang agar performance suara dan tampilan monitor  sesuai spesifikasi teknis hardware.

Pengaturan Suara :

  • Buka Windows —> Control Panel —> Sound and Audio Devices.
  • Ubah pengaturan default device ke device audio yang telah kita install.

  • Sound Test output

Setelah selesai pengaturan sound/audio devices, langkah selanjutnya adalah mengetes output suara dari CPU ke sound system dan speaker untuk memastikan sound system channel 5.1 kita sudah berfungsi dengan baik. Pengetesan bisa menggunakan aplikasi driver bawaan sound card kita.

  • Pengaturan Display Adapter :

Sama halnya dengan peengaturan suara, pengaturan tampilan monitor juga bisa menggunakan aplikasi bawaan driver Video Card kita contohnya Catalyst untuk ATI atau nVidia control panel.

 

 

Setelah instalasi seluruh software dan sistem telah ditest dan berfungsi dengan baik, saatnya kita bisa mulai mengoperasikan HTPC yang kita miliki.

Mengoperasikan HTPC

bersambung…