Tag Archives: HD

MEMBANGUN HOME THEATER PC – HTPC

Home artinya rumah, theater atau teater artinya gedung atau ruangan tempat pertunjukan film, sandiwara dan hiburan lainnya.  Di era kehidupan sekarang terutama di kota-kota besar, orang-orang lebih banyak memilih untuk menikmati hiburan di rumah setelah seharian bekerja. Di samping kondisi badan sudah lelah, situasi seperti kemacetan lalu lintas atau kesemrawutan lainnya juga membuat orang malas untuk keluar sehingga lebih memilih untuk menonton TV, Film, mendengarkan lagu dan aktivitas hiburan lainnya di rumah.

Meskipun sudah banyak artikel dan tulisan yang membahas tutorial tentang merancang sebuah home theater PC, namun saat ini  penulis akan mencoba berbagi pengalaman saat membangun sebuah One Stop Entertainment Center di rumah, barangkali bisa dijadikan referensi alternatif lain bagi yang berkeinginan untuk memanfaatkan komputer PC kita sebagai sebuah perangkat multimedia yang bisa menjadi pusat hiburan sekeluarga dengan biaya yang cukup terjangkau.

I.  PERSIAPAN.  Hal-hal yang perlu dipersiapkan antara lain :

1.  Ruangan/Tempat.

Hal terbaik tentu saja menyediakan ruangan khusus untuk dijadikan tempat hiburan ini. Kita akan lebih bisa fleksibel mengatur tata ruang agar memberikan sensasi yang lebih mendekati sebuah cinema sesungguhnya seperti gedung bioskop kelas XXI. Adanya sebuah ruangan khusus home teater membuat kita bisa lebih leluasa memilih dekorasi, furniture, pelapis dinding dan wallpaper dan aksesoris lainnya agar sesuai dengan keinginan serta memberikan efek optimal bagi kualitas gambar dan suara. Bagi yang memiliki ruangan terbatas seperti saya bisa memanfaatkan ruang keluarga atau ruang tamu. Lagi pula dengan memanfaatkan ruangan yang sudah ada  misalnya ruang keluarga dekat dapur ada kelebihan yang lain yaitu aktivitas menikmati hiburan bisa dibarengi dengan aktivitas yang lain misalnya membuat kopi atau mie instan.

2.  Hardware/perangkat keras.

Sangat sulit menentukan hardware terbaik karena semua tergantung kemampuan dana dan anggaran yang akan dialokasikan. Istilah Jawa yang mengatakan “ana rega ana rupa” atau “kualitas berbanding lurus dengan harga” mungkin bagi saya tetap berlaku untuk produk elektronik. Artinya semakin mahal harga sebuah perangkat elektronik tentu relatif memberikan kualitas yang lebih baik. Untuk memilih dan menyiapkan perangkat multimedia, sebaiknya kita lebih cerdas dan bijaksana dalam memilih dengan tetap melihat sejauh mana kemampuan keuangan kita. Perangkat keras yang perlu disiapkan antara lain :

a.  CPU. Sesuai fungsinya sebagai otak sebuah komputer PC, CPU merupakan perangkat inti dalam membangun sebuah HTPC. Secara umum menurut penulis spesifikasi CPU dengan harga paling murah saat ini sudah cukup memadahi jika hanya digunakan untuk menampilkan sebuah berkas multimedia, bukan untuk dibebani dengan tugas-tugas yang relatif berat misalnya untuk gaming atau prosess multitasking berat. Namun demikian perlunya perangkat tambahan tidak hanya mengandalkan bawaan onboard contohnya Kartu Grafis atau Kartu suara jelas akan memberikan kualitas yang jauh berbeda.

CPU yang penulis gunakan :

–  Mainboard standar sesuai dengan prosesornya lengkap dengan slot-slot PCIe, PCI, SATA dll. (cukup, jika budget lebih tentu spek tinggi akan lebih baik)

– Processor : AMD Athlon X2 (cukup tapi lebih baik lagi bila spek lebih tinggi – untuk processor Intel silahkan pilih padanannya, yang jelas makin tinggi kecepatan dan performanya makin mahal harganya)

x2,jpg

– Graphic Card : Asus GeForce G210 Silent 512 MB DVi VGA HDMI (penulis lebih memilih yang berpendingin statis tanpa kipas karena dari segi harga lebih murah. Bila memang mampu tentu saja lebih mahal lebih bagus)

0001166_asus_geforce_g210_silent_512mb_ddr2_dvi_vga_hdmi_out_directx_101_low_profile_pci_e_graphics_card

– Sound Card PCI: Creative Sound Blaster channel 5.1 (cukup)

creative sb51vx

– RAM/Memori : 2 GB (lebih dari cukup)

– HDD : 500 GB (Penulis masih merasa kurang, 1 atau 2 TB mungkin lebih leluasa untuk menyimpan data apalagi lebih)

– Chasing : PowerLogic Azzura (penulis tertarik dengan tutup Optical Drivenya sehingga DVD RW tidak tampak dari depan)

PowerLogic Azzura 3000-500x500

– DVD RW (Lebih baik lagi bisa diganti dengan pemutar Bluray, tapi harga cakram kepingnya saja masih relatif mahal apalagi filmnya)

b.  Monitor.

Monitor merupakan penampil gambar atau video, jadi fungsinya tak kalah pentingnya dengan CPU. Kita bisa memilih penampil gambar/video sesuai dengan budget yang kita miliki. Bisa menggunakan monitor CRT (not recommended karena boros listrik), TV Plasma, TV LCD, LED, Projector dan lain sebagainya. Sesuaikan ukuran layar dengan ruangan yang ada.

Monitor yang penulis gunakan :

– LCD TV Sharp Aquos 40 inch.

LC-40L500M_-500x500

c.  Pengeras Suara/Amplifier.

Senada dengan CPU dan monitor, maka pemilihan sound system tak lepas dari yang namanya anggaran. Dengan semakin menjamurnya sound system untuk Home Theatre dengan channel suara 5.1, maka pilihan adalah terserah anda.

Sound System yang penulis gunakan :

Polytron Big Band Home Theater.

Big Band Home Theatre Polytron

Sedikit mereview tentang sound system ini kenapa penulis memilihnya adalah karena ukuran speakernya yang besar. Speaker penulis anggap bukan hanya sekedar pemberi output suara namun juga sebagai unsur dekorasi sehingga ukuran speaker yang jumbo kelihatan lebih mantap untuk sebuah home teater. Dari segi harga produk buatan dalam negeri ini cukup ekonomis dengan kualitas suara Polytron yang tentu tidak diragukan lagi. Bagaimanapun juga suara dengan speaker besar tetap berkesan memberikan suara yang mantap pula, itu pandangan subjektif penulis.

Ada beberapa hal yang menurut penulis menjadi kelemahan dari sound system ini yaitu port input suara hanya dua kanal stereo, bukan untuk surround sound 5.1. Sistem suara surround “hanya” merupakan Dolby Digital Prologic yaitu sistem algoritma tertentu yang dapat manipulasi otak kita agar suara yang kita dengar berkesan seperti surround sound.  Hal ini terbukti ketika saya test dengan aplikasi bawaan sound blaster, suara untuk rear speaker dan center speaker tidak mau keluar. Menurut saya itu hal yang wajar untuk harga ekonomis dan kualitas suara yang sudah demikian mumpuni.

Kelemahan kedua adalah speaker subwoofer yang menyatu dengan suara nada rendah. Meskipun nada bass yang dihasilkan sudah sangat mantap namun saya merasa masih ada yang kurang. Maklumlah namanya juga manusia, tak pernah ada batas keinginannya.

Kebetulan penulis memiliki power Amplifier bekas untuk mobil yang akan penulis modifikasi untuk mengeluarkan suara di rear speaker dan center speaker. Jadi di samping system surround artificial bawaan polytron, home theater ini juga akan mengeluarkan pula suara asli surroundnya dari power amply tersebut.

d.  Peripheral pelengkap.

Untuk kenyamanan memang lebih baik menggunakan peripheral nirkabel daripada dengan kabel, apalagi layar yang kita hadapi cukup besar sehingga kurang nyaman saat akan mengoperasikan komputer harus mendekat ke layar monitor.

Beberapa peripheral pelengkap antara lain :

– Wireless Microphone.

– Wireless Mouse / Keyboard

– Wireless Remote PC

– Wireless Stick PS.

– dll

Untuk perangkat imput, penulis cukup menggunakan remote PC buatan targus untuk mengoperasikan CPU tersebut, karena memang rencananya hanya akan digunakan untuk pemutar multimedia, bukan untuk kerja. Untuk pengetikan sederhana penulis rasa masih bisa menggunakan on screen keyboard. Perangkat ini memang pertama cukup kurang nyaman saat dioperasikan dan lebih nyaman menggunakan mouse/keyboard wireless, namun lama-kelamaan akan terbiasa. Kelebihan perangkat ini terutama pada kekompakannya sehingga dalam posisi apapun tetap bisa mengatur kursor di layar. Seandainya memiliki remote PC sejenis remote TV tentu akan lebih baik.

$(KGrHqV,!rkFBCQ81N+!BQVRnLMdOg~~60_35

3. Software/Perangkat lunak.

Home Teater ala Choro

3. Software/Perangkat lunak HTPC.

a. Sistem Operasi.

Silahkan pilih sistem operasi yang diinginkan apakah itu Windows atau Linux tergantung lebih familiar yang mana. Kalau saya menduga pasti sebagian besar kita lebih familiar dengan Windows daripada Linux. Jadi penulis menggunakan windows saja meskipun ada pula aplikasi Linux Ubuntu yang dibundle langsung dengan XBMC (XBMCbuntu).  Bagi yang tertarik untuk mencoba silakan lihat reviewnya http://www.libreoffice.org/download/ dan untuk download CD installernya DI SINI.

b.  Aplikasi Media Center.

Aplikasi media center adalah aplikasi utama setelah Sistem Operasi karena akan menjadi pemutar dari berbagai file multimedia yang kita miliki. Banyak sekali aplikasi media center yang tersedia di Internet dan siap di download secara gratis, misalnya http://www.free-codecs.com/download/media_player_classic.htmPlex Media CenterWindows Media Center, Boxee, dan masih banyak lagi.

Penulis menggunakan salah satu aplikasi di atas yaitu XBMC.

Apa itu XBMC?

xbmc_beta_front

XBMC adalah pemenang penghargaan aplikasi pemutar multimedia gratis dan berlabel sumber terbuka (open source) – (GPL). XBMC tersedia untuk Linux, OSX dan Windows. Dibuat pada tahun 2003 oleh kelompok programmer. XBMC adalah proyek nirlaba yang dijalankan dan dikembangkan oleh para sukarelawan di seluruh dunia.  Lebih dari 50 pengembang perangkat lunak telah berkontribusi untuk XBMC, dan seratus lebih penerjemah telah bekerja memperluasnya sehingga tersedia lebih dari 30 bahasa.

Sementara fungsi-fungsi XBMC sangat baik sebagai standar aplikasi pemutar media untuk komputer, juga sudah didesain untuk pendamping sempurna HTPC kita. Mendukung hampir semua remote control, dan dikombinasikan oleh antar muka yang cantik dan mesin skin yang powerful. XBMC terasa sangat natural untuk digunakan di sofa dan sebuah solusi yang ideal untuk home teater kita.

Saat ini XBMC dapat digunakan untuk memainkan hampir semua format audio dan video.  Di desain untuk  memutar berkas di jaringan secara streaming dari manapun di rumah atau secara langsung dari internet menggunakan beberapa protokol praktis yang tersedia. Dapat digunakan untuk memainkan berbagai media seperti CD dan DVD langsung dari cakram atau file image, hampir semua format arsip pupuler dari hardisk kita, meskipun file tersebut di dalam arsip ZIP atau RAR. Dia akan memindai semua media dan secara otomatis membuat library pribadi lengkap dengan sampul kotak, deskripsi, dan penggemar seni. Terdapat fungsi daftar main dan slideshow, fitur  informasi cuaca dan beberapa visualisasi audio. Sekali kita pasang, komputer kita akan menjadi berfungsi sebagai pemutar multimedia lengkap.

Bagian yang terbaik adalah…. Gratis meeen, XBMC menampilkan semua antarmuka gambar dalam resolusi 1080 dan secara otomatis mengunduh karya seni berkualitas tinggi dan gambar latar untuk tiap film/ atau TV.

Sepertinya sampai sekarang penulis belum menemukan aplikasi multimedia center selengkap XBMC, setelah penulis mencoba beberapa aplikasi media center yang lain. Pada saat tutorial ini ditulis XBMC sudah memasuki versi 12 Frodo (versi beta).

Silahkan unduh Aplikasi Istimewa ini di sini :

http://xbmc.org/

4.  Aplikasi tambahan.

Aplikasi tambahan adalah aplikasi yang menjadi cadangan sewaktu – waktu diperlukan, meliputi :

Aplikasi Office.

Tampaknya kurang lengkap sebuah komputer bila tidak dilengkapi dengan aplikasi pengolah kata dan angka, jadi tetap perlu dipasang barangkali saja sewaktu-waktu digunakan meskipun tidak rutin. Sebaiknya pasang saja aplikasi office gratisan seperti Open Office atau Libre Office. Juga aplikasi Adobe Reader atau Foxit Reader untuk menjalankan dokumen berformat pdf.

Unduh Open Office : http://www.openoffice.org/download/

Unduh Libre Office : http://www.libreoffice.org/download/

Unduh Adobe Reader : http://get.adobe.com/reader/

Unduh Foxit Reader :  http://www.foxitsoftware.com/downloads/

Aplikasi multimedia player yang lain.

Ada kalanya aplikasi XBMC tidak dapat memutar suatu file multimedia dengan format tertentu (pernah saya alami beberapa format video hanya keluar suaranya saja) dan hanya dapat diputar dengan aplikasi player lain. Karena itu aplikasi multimedia player seperti VLC player, MPC, Total Video Player dan lain-lainnya tetap perlu terpasang.

Unduh VLC Media player : http://www.free-codecs.com/download/media_player_classic.htm

Unduh Media Player Classic : http://www.free-codecs.com/download/media_player_classic.htm

Unduh E.M. Total Video Player : http://www.effectmatrix.com/total-video-player/index.htm

Aplikasi utility.

Aplikasi utility dipergunakan untuk memperbaiki performa PC kita agar senantiasa berkinerja optimal misalnya untuk membersihkan file-file sampah yang tidak perlu, membersihkan registry pada windows, mencek dan mendefrag HDD, termasuk didalamnya untuk meng –auto start up program XBMC kita agar langsung menyala pada saat komputer selesai booting. Program aplikasi ini antara lain Tune Up utilities, CC Cleaner, AML cleaner, defragler, Uninstaller dan masih banyak lagi.

Unduh CC Cleaner : http://www.piriform.com/ccleaner

Unduh AML Cleaner : Windows Media Center

Unduh defragler : http://www.piriform.com/defraggler/download

Aplikasi Security.

Aplikasi untuk keamanan PC dari serangan virus, malware, worm dan lain sebagainya misalnya antivirus, firewall dll.

5.  Langkah-langkah membangun sebuah HTPC :

  • Instalasi Sistem Operasi.

Sebagaimana telah ditulis di awal, proyek ini akan fokus pada aplikasi yang berjalan di platform windows (Untuk Linux, IOS atau OS lainnya silahkan googling).

Saya juga tidak akan membahas cara instalasi windows karena sudah begitu banyak tutorial yang tersedia di Internet. Saat ini saja saya masih menggunakan windows XP, untuk pengaturan di windows 7 atau windows 8 tentu caranya tidak jauh berbeda.

  • Instalasi Driver Hardware.

Hal pertama yang biasa kita lakukan setelah instalasi Sistem Operasi adalah instalasi driver hardware; antara lain chipset, network adapter, video, audio, dan berbagai perangkat lainnya. Ada dua device driver yang perlu mendapat perhatian di sini terkait fungsi PC sebagai Home Theater yaitu instalasi driver untuk perangkat kartu grafis (PCIe graphic card) dan kartu suara (PCI sound card) karena kedua perangkat itulah soket utama CPU yang akan dihubungkan ke monitor dan sistem suara yang akan kita gunakan sebagai pemutar file multimedia kita. Instalasi device driver dapat menggunakan software dalam CD yang dibundling di card yang kita beli.

  • Instalasi Aplikasi Media Center.

Setelah kita menginstall OS beserta hardware drivernya, langkah selanjutnya adalah instalasi aplikasi media center XBMC.  Cara instalasinya juga mudah. Tinggal unduh program di situsnya http://xbmc.org/download/,  selanjutnya jalankan file instalasinya

  • Instalasi Software Tambahan.

Instalasi software tambahan ini antara lain : Aplikasi office, multimedia player lain (VLC, MPC, GOM Player, WMP, Total Player dll), aplikasi security (Antivirus, firewall, anti spyware dll), aplikasi utility (reg cleaner, Tune Up, dll) dan software-sofware lain yang menurut kita perlu dipasang.

Pengaturan Tampilan Gambar dan Suara.

Untuk mendapatkan tampilan gambar dan suara yang maksimal, perlu ada pengaturan suara dan gambar sesuai device adapter yang kita pasang agar performance suara dan tampilan monitor  sesuai spesifikasi teknis hardware.

Pengaturan Suara :

  • Buka Windows —> Control Panel —> Sound and Audio Devices.
  • Ubah pengaturan default device ke device audio yang telah kita install.

  • Sound Test output

Setelah selesai pengaturan sound/audio devices, langkah selanjutnya adalah mengetes output suara dari CPU ke sound system dan speaker untuk memastikan sound system channel 5.1 kita sudah berfungsi dengan baik. Pengetesan bisa menggunakan aplikasi driver bawaan sound card kita.

  • Pengaturan Display Adapter :

Sama halnya dengan peengaturan suara, pengaturan tampilan monitor juga bisa menggunakan aplikasi bawaan driver Video Card kita contohnya Catalyst untuk ATI atau nVidia control panel.

 

 

Setelah instalasi seluruh software dan sistem telah ditest dan berfungsi dengan baik, saatnya kita bisa mulai mengoperasikan HTPC yang kita miliki.

Mengoperasikan HTPC

bersambung…