Tag Archives: digital printing

Cetak Kartu Nama (Atau Lainnya) Mode “Double Side”

Dalam rangka menjawab pertanyaan seorang pembaca tentang teknik mencetak double side, maka dalam tutorial kali ini penulis akan mencoba untuk memberikan tutorial cara mencetak mode bolak balik secara akurat dan mendekati presisi.

Cetak mode double side sebenarnya tidak terlalu sulit dan hampir sama dengan mencetak biasa. Namun demikian agar hasil cetakan bisa presisi antara gambar depan dan belakang, memang perlu sedikit penyesuaian terutama di pengaturan ukuran kertas di aplikasi corel desain grafis dan aplikasi printer yang kita gunakan.

Khusus untuk mencetak kartu nama, sebaiknya ada “toleransi ukuran gambar”. Yaitu ukuran panjang dan lebar di desain kita lebihkan dari ukuran area kertas kartu nama yang akan dipotong nantinya. Contohnya bila kartu nama yang akan kita buat adalah berukuran 55 mm X 85 mm maka sebaiknya di dalam desain gambar diberikan toleransi ukuran, contohnya 57 mm X 87 mm. Toleransi ukuran ini diperlukan karena meskipun ukuran kertas di aplikasi telah kita atur sesuai keinginan, tidak menutup kemungkinan ada pergeseran posisi kertas saat masuk ke dalam printer yang diakibatkan faktor mekanik/roll printer atau lainnya sehingga hasil cetak untuk gambar kedua tidak pas posisinya di belakang gambar depan.

Sebelum kita memasukkan data ukuran kertas di aplikasi corelDRAW, tidak ada salahnya jika kita mengukur dahulu panjang dan lebar kertas tersebut secara manual dengan penggaris untuk lebih memastikan ukuran kertas tersebut memang sesuai standar sebagaimana tertulis di label. Meskipun pada label merk kertas telah tercantum ukuran standar (A4 misalnya), ada kalanya terdapat selisih dari yang seharusnya 210 X 297 mm. Ketelitian ini diperlukan karena bila terdapat selisih 1 mm saja antara ukuran kertas yang sebenarnya dengan setting yang kita atur di aplikasi desain grafis maupun printer, hasilnya cetakannya tidak akan sesuai dengan yang kita inginkan.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat mendesain kartu nama secara double side adalah ukuran panjang batas kiri dan kanan gambar yang kita desain sebaiknya disamakan. Hal ini karena pada saat proses cetak halaman kedua atau halaman belakang, gambar yang ada disebelah kiri akan berada di sebelah kanan kertas, demikian juga sebaliknya.

Untuk lebih jelasnya silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini.

  • Buka Corel Draw

  • Atur ukuran kertas ke A4 atau sesuaikan dengan ukuran kertas yang kita miliki.

  • Buat kotak berukuran lebar 87 mm dan tinggi 57 mm (ukuran kartu yang akan kita buat adalah 85X55 mm karena kita akan memberikan toleransi ukuran sebanyak 2 mm). Bisa juga menggunakan ukuran lain asalkan tetap sesuai dengan kertas yang kita miliki.

  • Silahkan desain kartu nama sesuai keinginan.

  • Setelah desain jadi, klik kanan pada gambar dan kita ubah ke symbol.

  • Jika tiap kartu nama desainnya berbeda-beda maka kita tidak perlu mengubahnya menjadi symbol.

  • Gandakan kartu yang telah kita buat dengan menu transformation – position. (Kita akan membuat tiap satu halaman kertas menjadi sepuluh kartu nama dengan model desain yang berbeda-beda tiap kartunya.

  • Grup seluruh gambar yang telah kita buat dengan CTRL+A kemudian CTRL+G.

  • Geser gambar yang telah kita grup ke tengah-tengah halaman dengan memencet tombol “P” pada keyboard sehingga batas kanan – kiri – atas – bawah berukuran sama.

kartunama_double_side_1

  • Gandakan halaman depan ini untuk membuat halaman belakang dengan mengklik kanan halaman satu kemudian klik “duplicate page”. Jangan lupa dicentang “Copy layer(s) and their Contents” dan klik “OK”. Kita bisa memberi nama halaman ini dengan “halaman belakang”.

kartunama_double_side_2

kartunama_double_side_3

  • Untuk perbedaan gambar yang ada di sebelah kiri dan kanan silahkan dilihat perbedaannya (nomor dan warna kartu nama).

kartunama_double_side_4

  • Ungroup desain kartu nama tersebut dan edit halaman belakang ini sesuai keinginan.

  • Setelah editing desain selesai saatnya untuk mencetaknya dengan printer yang kita miliki. Klik tombol File –> print atau ketik CTRL +P pada keyboard. Sebelum proses cetak ada baiknya kita klik File — > Print preview dulu untuk memastikan hasil cetakan sesuai dengan ukuran kertas di printer. Bila ternyata tampilan di print preview tidak sesuai dengan yang seharusnya, kita atur dulu ukuran kertas pada preferensi atau setting printer kita terutama di ukuran kertasnya. Jadikan menu tampilan di kiri atas sebagai “as in document” atau “fit to page”.

  • Bila di pengaturan printer tidak tercantum ukuran kertas standar, masukkan custom size atau user defined size sesuai ukuran kertas yang kita miliki. Sesuaikan pula jenis kertas dan mode kualitas cetak yang kita inginkan. Untuk hasil maksimal, karena kita akan mencetaknya dengan mode double side maka kertas yang digunakan sebaiknya yang berjenis double side pula. Silahkan cari di toko-toko aksesoris computer atau alat-alat kantor di kota anda.

  • Cetak halaman depan atau halaman belakang dulu tidak masalah. Perhatikan jangan sampai salah saat membalik kertas ketika akan mencetak halaman kedua.

  • Demikian semoga bermanfaat dan untuk template silahkan download di link yang telah disediakan.

DOWNLOAD TEMPLATE (MEDIAFIRE)  FORMAT *.CDR :

DOWNLOAD

Bikin Kartu Nama, cetak sendiri aja…

Banyak dari kita yang membutuhkan kartu nama apapun profesinya. Untuk membuatnya kita biasanya menyerahkan kepada para penyedia jasa sablon baik digital maupun manual, padahal dengan sedikit meluangkan waktu dan tanpa memerlukan keahlian tertentu kita sudah dapat membuatnya sendiri dengan sedikit biaya. Desainnya pun bebas kita tentukan sendiri sesuai dengan tema profesi kita tanpa harus terikat dengan contoh atau sampel yang disediakan oleh penyedia jasa pembuatan kartu nama. Jika kebingungan kita bisa memanfaatkan google yang demikian banyak menyediakan template-template yang bisa kita modifikasi sesuai keinginan.

Kali ini saya akan mencoba memberikan tips dan tutorial sederhana dalam pembuatan kartu nama dari mulai proses desain sampai dengan cetak menggunakan printer rumahan dengan program aplikasi CorelDraw. Bisa juga sih memakai aplikasi grafis berbasis vektor lain, misalnya Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Inkscape atau Microsoft Office…. kali..

1. Buka Aplikasi CorelDRAW, selanjutnya buat halaman dengan ukuran A4 karena kita akan mencetaknya ke media kertas ukuran A4.

2. Buat gambar kotak berukuran 85 mm X 55 mm dengan toolbox di samping kiri halaman.

3. Silahkan desain kartu nama sesuai keinginan, sesuaikan dengan profesi anda atau tema lain yang diinginkan. Warna-warna lembut dan kalem tanpa banyak ornament mungkin akan kelihatan lebih profesional dan serius, kecuali anda adalah seorang abg yang ingin tampil gaul… dan ceria.

4. Setelah pembuatan desain selesai selanjutnya kita gandakan dengan menu transformation, namun ada baiknya kita jadikan symbol dulu desain kartu nama kita untuk memperkecil ukuran file dan lebih mudah mengoreksi bila ada kesalahan sehingga jika ada perubahan kita hanya mengedit symbolnya, bukan “instancenya”. Caranya dengan menyeleksi seluruh gambar kemudian klik kanan dan klik new symbol – ok.

5. Setelah kita jadikan symbol kemudian kita gandakan dengan menu transformation – position sehingga dalam satu halaman kita akan memiliki 10 buah kartu nama untuk kita cetak sebanyak sepuluh kali bila kita akan membuat seratus buah kartu nama.


7.  Selanjutnya kita telah siap untuk mencetak hasil desain kita dengan menggunakan printer inkjet standar dengan media kertas inkjet 190-250 gram, kemudian lembaran kartu nama dipotong-potong menjadi sepuluh bagian menggunakan cutter, gunting atau kalo mau lebih oke dan cepet bisa menggunakan pemotong pvc paper biar bentuknya seperti model atm. Jangan lupa mengatur preferences printer terutama untuk ukuran, jenis kertas yang digunakan dan kualitas cetak yang diinginkan untuk memperoleh hasil yang memuaskan.

8. Kalau kita memesannya, harga satu set kartu nama full color berkisar antara 20-40 ribu rupiah per box isi seratus lembar, kalau membuat sendiri dengan asumsi biaya kertas inkjet perlembar dan tinta infus adalah 500 rupiah plus harga kotaknya 1000 rupiah berarti kita hanya menghabiskan biaya 6000 rupiah perbox….. hemat khan, bahkan bisa dikomersilkan tuch…

9. Untuk file contoh dapat diunduh di sini.

10. Demikian semoga bermanfaat.

Cetak Buku Sendiri dengan mode “BOOKFOLD/BOOKLET”

Untuk keperluan tertentu, terkadang kita perlu mencetak buku sendiri menggunakan printer inkjet atau laser jenis rumahan. Contohnya ketika kita ingin mencetak Buku Sekolah Elektronik untuk anak kita atau ebook-ebook lainnya. Kali ini penulis akan memberikan tutorial berisi langkah-langkah mencetak buku dengan mode “bookfold/Booklet/Folded Booklet”, yakni cetakan yang dihasilkan bisa dijilid dengan staples atau seperti era saya kecil dulu dapat dijahit di bagian tengah buku.

Mencetak buku mode “bookfold/booklet/folded booklet” memang gampang-gampang susah, apalagi bagi yang belum terbiasa. Secara umum mode bookfold/booklet berarti kita ingin mencetak dokumen dengan komposisi halaman satu dan halaman terakhir berada dalam satu halaman, halaman dua dan halaman dua sebelum terakhir berada dalam satu halaman dan seterusnya sehingga jika dilipat tengah akan membentuk sebuah buku.

Di dalam dokumen dengan format Microsoft Word (doc, docx, ppt,pptx dan sejenisnya), pencetakan/print mode bookfold memang sudah tersedia, namun berdasarkan pengalaman ternyata hasilnya tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan, dari posisi halaman yang kacau sampai dengan ukuran halaman yang tidak sesuai dengan ukuran kertas.

Format dokumen terbaik yang saya tahu untuk mencetak dalam mode bentuk “bookfold/booklet/folded booklet” adalah jenis pdf. Karena itu saya sarankan apapun dokumennya sebaiknya dikonversi terlebih dahulu ke format pdf. Contohnya jika dokumen yang kita miliki berformat docx atau pptx, sudah tersedia menu “save as type pdf “ di dalam menu microsoft word 2007 atau 2010 untuk menjadikannya pdf.

Oke tanpa basa dan basi mari kita ikuti langkah-langkahnya, dalam hal ini saya akan memberi contoh mencetak Buku Sekolah Eletronik keluaran Depdiknas.

  • Buka document pdf yang kita miliki dengan adobe reader (saya sarankan pdf readernya dari adobe, bukan yang lain seperti foxit reader atau lainnya), silahkan download adobe reader gratis di situsnya  http://get.adobe.com/reader/.

  • Klik File – Print atau CTRL+P. Kita akan mencetak halaman sampul/Cover dan halaman terakhir dulu, setelah itu baru isinya karena untuk mencetak bagian cover dan halaman terakhir kita akan menggunakan kertas yang agak tebal, bisa jenis inkjet, matte, glossy atau lainnya. Untuk halaman-halaman isi baru menggunakan plain paper/HVS.
  • Klik tombol “Booklet” pada tombol menu “Page Sizing & Handling”.
  • Klik menu preferensi/properties printer sesuai dengan kualitas hasil cetakan yang kita inginkan, ukuran dan tipe kertas. Untuk cover dengan kualitas text and Image, dan untuk isi dengan kualitas text. Biarkan opsi yang lain sesuai defaultnya.

  • Klik menu preferensi/properties printer sesuai dengan kualitas hasil cetakan yang kita inginkan, ukuran dan tipe kertas. Untuk cover dengan kualitas text and Image, dan untuk isi dengan kualitas text. Biarkan opsi yang lain sesuai defaultnya.

  • Klik – PRINT untuk memulai proses cetak. Saat waktunya membalik kertas untuk cetak bagian belakang halaman ikuti petunjuk yang ada di monitor. Berdasarkan pengalaman, ada kalanya petunjuk membalik kertas yang tampil  di monitor tidak sesuai dengan hasil yang kita inginkan. Hal ini kemungkinan terjadi karena mode opsi dari aplikasi adobe reader tidak sinkron dengan aplikasi preferensi/property printer. Karena itu ada baiknya mencoba beberapa halaman dulu dengan kualitas draft untuk meyakinkan bahwa anda tidak keliru membalik kertas, seperti saya dulu he he…

Setelah selesai, hasil cetakan tersebut bisa kita lipat menjadi dua bagian dan dijilid tengah menggunakan staples atau benang jahit. Untuk dokumen berhalaman banyak sebaiknya dicetak per bab atau per jumlah halaman tertentu (misalnya per 20 halaman). Hal ini karena jika terlalu tebal, akan ada sedikit kesuliatan di dalam penjilidannya. Potongan pinggir buku juga tidak rapi. Demikian juga agar tidak terlalu banyak kertas dan tinta yang terbuang sia-sia  akibat kegagalan proses cetak yang disebabkan tinta habis, paper jam atau lainnya.

Demikian semoga bermanfaat…