Daily Archives: May 21, 2013

Saat “SANG TOKOH” Bermain Iklan

Mr. Choro : “Halo Pak Bos, bagaimana kabarnya? Lama tak kedengaran nih”.

Pak Bos : “Halo juga Cho, kabar baik… Saya memang lagi sibuk banget sekarang ini, biasa lah… urusan bisnis”.

Mr. Choro : “Hebat ya boss… makin lama bisnisnya makin moncer aja… Perusahaannya semakin menggurita… cabangnya dimana-mana”.

Pak Bos : “Ya semua itu tidak terjadi secara tiba-tiba Cho…, semua melalui proses yang panjang. Saya bisa sukses seperti sekarang ini karena perjuangan, ketekunan dan kedisiplinan. Kita kan berkawan sudah lama dan kamu tentu tahu bagaimana kondisi saya di saat-saat awal memulai bisnis ini sampai akhirnya menjadi sebesar sekarang. Semuanya tidak saya lalui dengan mudah. Tapi ngomong-ngomong apa kamu tidak kepingin seperti saya?”.

Mr. Choro : “Ya pengin Bos, siapa manusia normal di dunia ini yang tidak pengin hidup kaya seperti Pak Bos. Sukses… semua serba ada, pengin apa-apa aja bisa kebeli… mau liburan kemana aja bisa… mau makan seenak apa aja bisa… mobil bisa gonta ganti tiap keluar model terbaru”

Pak Bos : “Terus, kenapa kamu tidak mencoba untuk berbisnis? Takut untuk memulai ya… Perjalanan ribuan mil dimulai dari satu langkah kecil Cho…”

Mr. Choro : “Terus terang saya sudah mencoba Pak Bos… bahkan berulang kali saya mencoba untuk memulainya… tapi hasil akhirnya gagal semua. Masalahnya saya ini sering ditipu sama rekan-rekan dan partner bisnis saya. Awal-awal saja mereka baik dan jujur. Lama kelamaan sifat aslinya mulai muncul. Saat bisnis saya sudah mulai maju dan menghasilkan keuntungan… banyak yang mulai curang dan akhirnya bisnis saya ambruk….

Pak Bos : “He he… Saya juga dulu begitu Cho… tapi saya belajar dari pengalaman dan tidak mudah menyerah. Kamu harus tahu kalau rata-rata kegagalan bisnis itu karena lemahnya kendali dan pengawasan atau controlling dari si empunya. Langkah terakhir dari prinsip manajemen itu lho Cho… Planning, Organizing, Actuating dan Controlling. Perencanaannya bagus, pengorganisasiannya bagus, pelaksanaannya bagus, tapi begitu lemah dalam pengawasannya… siap-siaplah “END” bisnis anda. Bisnis tanpa pengawasan itu sama saja dengan berjudi Cho, itu kata Pak Robert Kyosaki, seorang investor dan penulis kaya raya dari Amerika. Kalau kamu tidak bisa mengawasi langsung bisnismu, kamu harus bisa menemukan sistem ampuh yang bisa menggantikannya, sehingga meminimalisir kesempatan para partnermu itu untuk berbuat curang atau menipumu…”

Mr. Choro : “Siap Pak Bos, semoga ke depan saya bisa mengikuti jejak Pak Bos untuk belajar dari pengalaman dan tidak pernah menyerah dalam berjuang… Sementara ini ya saya mencoba mensyukuri apa yang ada dulu aja. Meski nasib saya tidak sebaik Pak Bos, tapi saya lihat masih banyak mereka yang nasibnya tidak seberuntung saya. O ya sekarang kegiatan Pak Bos apa nih….?”

Pak Bos : “Ini lho… saya lagi mempromosikan produk saya yang terbaru. Untuk itu rencananya saya akan ketemuan dengan seorang kawan saya yang akan membintangi iklan produk saya itu”.

Mr. Choro : “Siapa kawan pak bos itu? ….Artis atau selebritis?”

Pak Bos : “Ya kayaknya kalau dibilang artis, enggak sih, kalau selebritis mungkin… yang jelas dia seorang publik figur. Dia seorang tokoh agama merangkap pejabat di negeri ini. Panggilannya “Sang Tokoh”. Saya rasa tidak ada seorangpun di Indonesia ini yang tidak mengenalnya. Wong wajahnya hampir tiap hari nongol di TV. Makanya sangat cocok bila dia mempromosikan produk saya itu, kebetulan waktu saya telepon dia menyatakan bersedia”.

Mr. Choro : “Oooo Sang Tokoh yang itu…, Produknya Pak Bos itu ada yang menyamainya gak?”

Pak Bos : “Ya tentu saja ada Cho…. bukan cuma satu, malahan banyak sekali perusahaan lain yang memproduksi produk sejenis punya saya itu. Produk itu kan lagi trend sekarang dan permintaan konsumen sangat tinggi, makanya saya harus mempromosikannya dan siap-siap untuk bersaing dengan merk lain. Hidup ini persaingan Cho… apalagi di dunia bisnis, harus pake strategi, salah satunya ya yang saya bilang tadi itu…. kalau perlu kita perang iklan”

Mr. Choro : “Wah kalau saya melihat dari sudut pandang yang lain… saya kok kurang setuju jika Pak Bos memanfaatkan Sang Tokoh itu untuk kepentingan bisnis Pak Bos”.

Pak Bos : “Lha makanya bisnis kamu gagal terus Cho… lha wong kamu tidak mau mengambil resiko, tapi aku kok pengin dengar alasanmu kenapa sih kok Sang Tokoh itu sebaiknya tidak bermain iklan? Itu kan pekerjaan halal dan banyak orang lain yang melakoninya… Bahkan ada tuh salah seorang artis yang berulang kali main iklan shampoo dengan merk yang berbeda-beda, tapi oke-oke saja”.

Mr. Choro : “Wah kayaknya kalo itu lain cerita Pak Bos… Sang Tokoh yang ini kan tokoh nasional, figur dan panutan untuk seluruh umat dan rakyat. Beliau adalah milik semua, bukan milik kelompok atau golongan tertentu.
Saya coba ilustrasikan dengan cerita berikut Pak Bos…

Pada suatu hari di suatu kampung ada seorang ustad yang menjadi tokoh masyarakat di daerah tersebut. Dia juga menjadi penceramah tiap ada pengajian rutin. Sementara itu ada dua orang tukang bakso yang juga tidak pernah absen mengikuti ceramah Sang Ustad.

Suatu saat salah seorang tukang bakso sebut saja Si A datang ke rumah Sang Ustazd dan menawarkan akan memberikan bantuan untuk merenovasi mushalla di kampung itu asalkan dengan satu syarat Sang Ustad bersedia mempromosikan baksonya. Sang ustadzpun menyatakan bersedia. Demi kepentingan Mushalla ini, pikirnya. Dia tidak menyadari bahwa di kampung itu ada seorang tukang bakso lain sebut saja Si B yang juga setia mengikuti pengajiannya dan mengidolakannya. Dalam salah satu pengajiannya, Sang Ustazdpun “beriklan” tentang bakso si A. Saat itu Si B pun sedang mengikuti pengajian itu.

Sekarang saya tanya kepada Pak Bos… kira-kira menurut logika apakah tukang bakso si B akan masih mengidolakan sang Ustadz serta masih mau datang ke pengajian lagi setelah mendengar Sang Ustadz beriklan tentang bakso Si A….?”

Pak Bos : “Ya, kemungkinan seperti apa yang kamu pikirkan itu ada. Kemungkinan lainnya si tukang Bakso B akan mendatangi ustadz atau tokoh lainnya untuk juga mempromosikan baksonya agar bisa bersaing dengan tukang bakso A, itulah yang namanya bisnis”

Mr. Choro : “Maksud Pak Bos, akan terjadi adu domba para ustad di kampung itu?”

Pak Bos : “Ya tidak begitu Cho… kayaknya kamu terlalu berlebihan dalam berprasangka…, intinya kan kita ini bisnismen… kita melihat dari segi aspek bisnis, kalau itu menguntungkan yang kita jalankan. Aspek lain termasuk dalam hal yang kamu khawatirkan itu ya biar Sang Tokoh yang memikirkannya…, saya yakin berbekal ilmu dan pengalamannya dia sudah menghitung dan mengukur apa untung ruginya, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi umat”

Mr. Choro : “Yaah… semoga saja kekhawatiran saya itu salah, sebab sudah banyak contoh yang terjadi di masa lalu dan bisa dijadikan pelajaran. Banyak tokoh yang saat itu sangat populer dan menjadi milik seluruh umat namun akhirnya namanya tenggelam karena tanpa sadar telah mengkotakkan dan menyempitkan dirinya ke dalam suatu kelompok atau golongan, misalnya masuk atau mendirikan partai politik tertentu.

Laper nih bos, bagaimana kalau pak bos ikut saya cari makan”

Pak Bos : “Ayo Cho… kemana? Tumben kamu ngajak-ngajak saya, biasanya saya yang ngajak kamu.”

Mr. Choro : “Bagaimana kalau Pak Bos ikut saya makan-makan ke tempatnya Pak Bos, kan di sana makanannya enak-enak”.

Pak Bos : “Ah dasar, wedhus koen…. ywis ayo…”

Cetak Kartu Nama (Atau Lainnya) Mode “Double Side”

Dalam rangka menjawab pertanyaan seorang pembaca tentang teknik mencetak double side, maka dalam tutorial kali ini penulis akan mencoba untuk memberikan tutorial cara mencetak mode bolak balik secara akurat dan mendekati presisi.

Cetak mode double side sebenarnya tidak terlalu sulit dan hampir sama dengan mencetak biasa. Namun demikian agar hasil cetakan bisa presisi antara gambar depan dan belakang, memang perlu sedikit penyesuaian terutama di pengaturan ukuran kertas di aplikasi corel desain grafis dan aplikasi printer yang kita gunakan.

Khusus untuk mencetak kartu nama, sebaiknya ada “toleransi ukuran gambar”. Yaitu ukuran panjang dan lebar di desain kita lebihkan dari ukuran area kertas kartu nama yang akan dipotong nantinya. Contohnya bila kartu nama yang akan kita buat adalah berukuran 55 mm X 85 mm maka sebaiknya di dalam desain gambar diberikan toleransi ukuran, contohnya 57 mm X 87 mm. Toleransi ukuran ini diperlukan karena meskipun ukuran kertas di aplikasi telah kita atur sesuai keinginan, tidak menutup kemungkinan ada pergeseran posisi kertas saat masuk ke dalam printer yang diakibatkan faktor mekanik/roll printer atau lainnya sehingga hasil cetak untuk gambar kedua tidak pas posisinya di belakang gambar depan.

Sebelum kita memasukkan data ukuran kertas di aplikasi corelDRAW, tidak ada salahnya jika kita mengukur dahulu panjang dan lebar kertas tersebut secara manual dengan penggaris untuk lebih memastikan ukuran kertas tersebut memang sesuai standar sebagaimana tertulis di label. Meskipun pada label merk kertas telah tercantum ukuran standar (A4 misalnya), ada kalanya terdapat selisih dari yang seharusnya 210 X 297 mm. Ketelitian ini diperlukan karena bila terdapat selisih 1 mm saja antara ukuran kertas yang sebenarnya dengan setting yang kita atur di aplikasi desain grafis maupun printer, hasilnya cetakannya tidak akan sesuai dengan yang kita inginkan.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat mendesain kartu nama secara double side adalah ukuran panjang batas kiri dan kanan gambar yang kita desain sebaiknya disamakan. Hal ini karena pada saat proses cetak halaman kedua atau halaman belakang, gambar yang ada disebelah kiri akan berada di sebelah kanan kertas, demikian juga sebaliknya.

Untuk lebih jelasnya silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini.

  • Buka Corel Draw

  • Atur ukuran kertas ke A4 atau sesuaikan dengan ukuran kertas yang kita miliki.

  • Buat kotak berukuran lebar 87 mm dan tinggi 57 mm (ukuran kartu yang akan kita buat adalah 85X55 mm karena kita akan memberikan toleransi ukuran sebanyak 2 mm). Bisa juga menggunakan ukuran lain asalkan tetap sesuai dengan kertas yang kita miliki.

  • Silahkan desain kartu nama sesuai keinginan.

  • Setelah desain jadi, klik kanan pada gambar dan kita ubah ke symbol.

  • Jika tiap kartu nama desainnya berbeda-beda maka kita tidak perlu mengubahnya menjadi symbol.

  • Gandakan kartu yang telah kita buat dengan menu transformation – position. (Kita akan membuat tiap satu halaman kertas menjadi sepuluh kartu nama dengan model desain yang berbeda-beda tiap kartunya.

  • Grup seluruh gambar yang telah kita buat dengan CTRL+A kemudian CTRL+G.

  • Geser gambar yang telah kita grup ke tengah-tengah halaman dengan memencet tombol “P” pada keyboard sehingga batas kanan – kiri – atas – bawah berukuran sama.

kartunama_double_side_1

  • Gandakan halaman depan ini untuk membuat halaman belakang dengan mengklik kanan halaman satu kemudian klik “duplicate page”. Jangan lupa dicentang “Copy layer(s) and their Contents” dan klik “OK”. Kita bisa memberi nama halaman ini dengan “halaman belakang”.

kartunama_double_side_2

kartunama_double_side_3

  • Untuk perbedaan gambar yang ada di sebelah kiri dan kanan silahkan dilihat perbedaannya (nomor dan warna kartu nama).

kartunama_double_side_4

  • Ungroup desain kartu nama tersebut dan edit halaman belakang ini sesuai keinginan.

  • Setelah editing desain selesai saatnya untuk mencetaknya dengan printer yang kita miliki. Klik tombol File –> print atau ketik CTRL +P pada keyboard. Sebelum proses cetak ada baiknya kita klik File — > Print preview dulu untuk memastikan hasil cetakan sesuai dengan ukuran kertas di printer. Bila ternyata tampilan di print preview tidak sesuai dengan yang seharusnya, kita atur dulu ukuran kertas pada preferensi atau setting printer kita terutama di ukuran kertasnya. Jadikan menu tampilan di kiri atas sebagai “as in document” atau “fit to page”.

  • Bila di pengaturan printer tidak tercantum ukuran kertas standar, masukkan custom size atau user defined size sesuai ukuran kertas yang kita miliki. Sesuaikan pula jenis kertas dan mode kualitas cetak yang kita inginkan. Untuk hasil maksimal, karena kita akan mencetaknya dengan mode double side maka kertas yang digunakan sebaiknya yang berjenis double side pula. Silahkan cari di toko-toko aksesoris computer atau alat-alat kantor di kota anda.

  • Cetak halaman depan atau halaman belakang dulu tidak masalah. Perhatikan jangan sampai salah saat membalik kertas ketika akan mencetak halaman kedua.

  • Demikian semoga bermanfaat dan untuk template silahkan download di link yang telah disediakan.

DOWNLOAD TEMPLATE (MEDIAFIRE)  FORMAT *.CDR :

DOWNLOAD