Daily Archives: March 26, 2013

HTML – Pengenalan

Apa itu HTML?

HTML adalah sebuah bahasa untuk menggambarkan halaman web.

  • HTML singkatan dari Hyper Text Markup Language.
  • HTML bukanlah sebuah bahasa pemrograman, itu adalah sebuah bahasa markup (penanda kode).
  • Bahasa Markup terdiri dari seperangkat tanda markah.
  • HTML menggunakan tanda-tanda marka untuk menggambarkan halaman web.

HTML TAG (tag HTML)

Tanda markah HTML biasa disebut sebagai HTML tag.

  • HTML tag adalah kata kunci berupa tanda lebih besar/lebih kecil seperti pada kode <html>
  • HTML tag normalnya berpasangan seperti <b> dan </b>
  • Tag pertama dalam sebuah pasangan disebut sebagai tag awal (start tag), dan tag kedua adalah tag akhir (end tag).
  • Tag awal dan tag akhir bisa juga disebut sebagi tag pembuka dan tag penutup.

“Penjelasan gampangnya jika kita di Microsoft Word menggunakan tanda-tanda/simbol-simbol tertentu yang diklik sana-sini, maka dalam bahasa HTML kita memakai tanda-tanda berupa karakter tertentu (tag) untuk membuat tampilan huruf jadi tebal, miring, memasukkan gambar, membuat tabel dan fungsi lain seperti di Microsoft Word… begitu dech”

Sumber : HTML Basic —Android.

Bikin Kartu Nama, cetak sendiri aja…

Banyak dari kita yang membutuhkan kartu nama apapun profesinya. Untuk membuatnya kita biasanya menyerahkan kepada para penyedia jasa sablon baik digital maupun manual, padahal dengan sedikit meluangkan waktu dan tanpa memerlukan keahlian tertentu kita sudah dapat membuatnya sendiri dengan sedikit biaya. Desainnya pun bebas kita tentukan sendiri sesuai dengan tema profesi kita tanpa harus terikat dengan contoh atau sampel yang disediakan oleh penyedia jasa pembuatan kartu nama. Jika kebingungan kita bisa memanfaatkan google yang demikian banyak menyediakan template-template yang bisa kita modifikasi sesuai keinginan.

Kali ini saya akan mencoba memberikan tips dan tutorial sederhana dalam pembuatan kartu nama dari mulai proses desain sampai dengan cetak menggunakan printer rumahan dengan program aplikasi CorelDraw. Bisa juga sih memakai aplikasi grafis berbasis vektor lain, misalnya Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Inkscape atau Microsoft Office…. kali..

1. Buka Aplikasi CorelDRAW, selanjutnya buat halaman dengan ukuran A4 karena kita akan mencetaknya ke media kertas ukuran A4.

2. Buat gambar kotak berukuran 85 mm X 55 mm dengan toolbox di samping kiri halaman.

3. Silahkan desain kartu nama sesuai keinginan, sesuaikan dengan profesi anda atau tema lain yang diinginkan. Warna-warna lembut dan kalem tanpa banyak ornament mungkin akan kelihatan lebih profesional dan serius, kecuali anda adalah seorang abg yang ingin tampil gaul… dan ceria.

4. Setelah pembuatan desain selesai selanjutnya kita gandakan dengan menu transformation, namun ada baiknya kita jadikan symbol dulu desain kartu nama kita untuk memperkecil ukuran file dan lebih mudah mengoreksi bila ada kesalahan sehingga jika ada perubahan kita hanya mengedit symbolnya, bukan “instancenya”. Caranya dengan menyeleksi seluruh gambar kemudian klik kanan dan klik new symbol – ok.

5. Setelah kita jadikan symbol kemudian kita gandakan dengan menu transformation – position sehingga dalam satu halaman kita akan memiliki 10 buah kartu nama untuk kita cetak sebanyak sepuluh kali bila kita akan membuat seratus buah kartu nama.


7.  Selanjutnya kita telah siap untuk mencetak hasil desain kita dengan menggunakan printer inkjet standar dengan media kertas inkjet 190-250 gram, kemudian lembaran kartu nama dipotong-potong menjadi sepuluh bagian menggunakan cutter, gunting atau kalo mau lebih oke dan cepet bisa menggunakan pemotong pvc paper biar bentuknya seperti model atm. Jangan lupa mengatur preferences printer terutama untuk ukuran, jenis kertas yang digunakan dan kualitas cetak yang diinginkan untuk memperoleh hasil yang memuaskan.

8. Kalau kita memesannya, harga satu set kartu nama full color berkisar antara 20-40 ribu rupiah per box isi seratus lembar, kalau membuat sendiri dengan asumsi biaya kertas inkjet perlembar dan tinta infus adalah 500 rupiah plus harga kotaknya 1000 rupiah berarti kita hanya menghabiskan biaya 6000 rupiah perbox….. hemat khan, bahkan bisa dikomersilkan tuch…

9. Untuk file contoh dapat diunduh di sini.

10. Demikian semoga bermanfaat.

Cetak Buku Sendiri dengan mode “BOOKFOLD/BOOKLET”

Untuk keperluan tertentu, terkadang kita perlu mencetak buku sendiri menggunakan printer inkjet atau laser jenis rumahan. Contohnya ketika kita ingin mencetak Buku Sekolah Elektronik untuk anak kita atau ebook-ebook lainnya. Kali ini penulis akan memberikan tutorial berisi langkah-langkah mencetak buku dengan mode “bookfold/Booklet/Folded Booklet”, yakni cetakan yang dihasilkan bisa dijilid dengan staples atau seperti era saya kecil dulu dapat dijahit di bagian tengah buku.

Mencetak buku mode “bookfold/booklet/folded booklet” memang gampang-gampang susah, apalagi bagi yang belum terbiasa. Secara umum mode bookfold/booklet berarti kita ingin mencetak dokumen dengan komposisi halaman satu dan halaman terakhir berada dalam satu halaman, halaman dua dan halaman dua sebelum terakhir berada dalam satu halaman dan seterusnya sehingga jika dilipat tengah akan membentuk sebuah buku.

Di dalam dokumen dengan format Microsoft Word (doc, docx, ppt,pptx dan sejenisnya), pencetakan/print mode bookfold memang sudah tersedia, namun berdasarkan pengalaman ternyata hasilnya tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan, dari posisi halaman yang kacau sampai dengan ukuran halaman yang tidak sesuai dengan ukuran kertas.

Format dokumen terbaik yang saya tahu untuk mencetak dalam mode bentuk “bookfold/booklet/folded booklet” adalah jenis pdf. Karena itu saya sarankan apapun dokumennya sebaiknya dikonversi terlebih dahulu ke format pdf. Contohnya jika dokumen yang kita miliki berformat docx atau pptx, sudah tersedia menu “save as type pdf “ di dalam menu microsoft word 2007 atau 2010 untuk menjadikannya pdf.

Oke tanpa basa dan basi mari kita ikuti langkah-langkahnya, dalam hal ini saya akan memberi contoh mencetak Buku Sekolah Eletronik keluaran Depdiknas.

  • Buka document pdf yang kita miliki dengan adobe reader (saya sarankan pdf readernya dari adobe, bukan yang lain seperti foxit reader atau lainnya), silahkan download adobe reader gratis di situsnya  http://get.adobe.com/reader/.

  • Klik File – Print atau CTRL+P. Kita akan mencetak halaman sampul/Cover dan halaman terakhir dulu, setelah itu baru isinya karena untuk mencetak bagian cover dan halaman terakhir kita akan menggunakan kertas yang agak tebal, bisa jenis inkjet, matte, glossy atau lainnya. Untuk halaman-halaman isi baru menggunakan plain paper/HVS.
  • Klik tombol “Booklet” pada tombol menu “Page Sizing & Handling”.
  • Klik menu preferensi/properties printer sesuai dengan kualitas hasil cetakan yang kita inginkan, ukuran dan tipe kertas. Untuk cover dengan kualitas text and Image, dan untuk isi dengan kualitas text. Biarkan opsi yang lain sesuai defaultnya.

  • Klik menu preferensi/properties printer sesuai dengan kualitas hasil cetakan yang kita inginkan, ukuran dan tipe kertas. Untuk cover dengan kualitas text and Image, dan untuk isi dengan kualitas text. Biarkan opsi yang lain sesuai defaultnya.

  • Klik – PRINT untuk memulai proses cetak. Saat waktunya membalik kertas untuk cetak bagian belakang halaman ikuti petunjuk yang ada di monitor. Berdasarkan pengalaman, ada kalanya petunjuk membalik kertas yang tampil  di monitor tidak sesuai dengan hasil yang kita inginkan. Hal ini kemungkinan terjadi karena mode opsi dari aplikasi adobe reader tidak sinkron dengan aplikasi preferensi/property printer. Karena itu ada baiknya mencoba beberapa halaman dulu dengan kualitas draft untuk meyakinkan bahwa anda tidak keliru membalik kertas, seperti saya dulu he he…

Setelah selesai, hasil cetakan tersebut bisa kita lipat menjadi dua bagian dan dijilid tengah menggunakan staples atau benang jahit. Untuk dokumen berhalaman banyak sebaiknya dicetak per bab atau per jumlah halaman tertentu (misalnya per 20 halaman). Hal ini karena jika terlalu tebal, akan ada sedikit kesuliatan di dalam penjilidannya. Potongan pinggir buku juga tidak rapi. Demikian juga agar tidak terlalu banyak kertas dan tinta yang terbuang sia-sia  akibat kegagalan proses cetak yang disebabkan tinta habis, paper jam atau lainnya.

Demikian semoga bermanfaat…