Balada Kiat ESEMKA

Baru-baru ini masyarakat Indonesia dihebohkan oleh mobil KIAT ESEMKA. Mobil buatan anak negeri yang sempat menjadi populer karena dipakai sebagai mobil dinas mantan Walikota Solo, Bapak Joko Widodo alias Jokowi. Beramai-ramai masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan ingin memiliki mobil tersebut, bahkan saat pertama kali ditawarkan untuk umum, jumlah pemesan mencapai 10.000 orang. Angka yang fantastis untuk sebuah produk Industri yang baru keluar.

Terlepas dari segala kekurangan dan kelebihannya kita patut memberi apresiasi terhadap karya anak negeri tersebut. Di tengah kekeringan berbagai produk dalam negeri, ada secercah harapan yang muncul dari para anak-anak bangsa kreatif yang berhasil menelurkan sebuah produk bernama “mobil” dengan harapan di masa dapat menjadi kebanggaan bangsa.

Namun apa yang terjadi, harapan-harapan muluk itu sedikit pudar (bila terlalu berlebihan bila dikatakan sirna).  Saat pertama kali dilaunching bulan oktober kemarin ternyata para pemesan yang tadinya berjumlah 10.000 tahu-tahu menurun drastis menjadi 400 orang saja. Rupanya para sebagian besar para pemesan mobil tersebut berniat ingin kembali ke “alam kenyataan”, bahwa untuk mendapatkan kualitas sebuah “mobil” ternyata tidak semudah yang dikira. Ada banyak faktor yang perlu diperhatikan dari mulai safety, emisi, kenyamanan, model, fuel consumption, dan masih banyak lagi yang lain. Apalagi harga yang ditawarkan oleh produsen KIAT ESEMKA mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari harga awal yang dipatok sekitar 90 juta rupiah berubah menjadi sekitar 140 juta rupiah.

Mundurnya para pemesan kendaraan tersebut adalah hal yang sangat dimaklumi, apalagi jika belajar dari pengalaman masa lalu saat produk sepeda motor China di tahun 2000-an pernah membanjiri jalanan Indonesia, dan sekarang ternyata sudah tidak lagi kita temui di jalan-jalan. Itu baru sepeda motor yang relatif lebih mudah membuatnya. Apalagi ini adalah mobil.

Yang jadi pertanyaan adalah apakah dalam bidang permobilan kita mampu bersaing dengan mobil merk-merk luar negeri seperti yang ada sekarang? Saya pribadi meskipun bukan ahli otomotif dengan sangat yakin menyatakan bahwa kita tidak mungkin mempu menyamai kualitas mobil-mobil buatan Korea, Jepang, Amerika apalagi Eropa, jika…. Ada jikanya lho ya… Jika mobil yang kita produksi adalah sejenis dengan buatan mereka. Jika mobil buatan kita tidak memiliki keunikan dan kelebihan dibandingkan dengan mobil-mobil buatan mereka.

Para produsen mobil sudah berpengalaman selama puluhan tahun itu saja terkadang masih harus menarik kembali mobil-mobil yang telah dipasarkan saat menemukan sedikit saja kelemahan di mobil mereka, apalagi kita yang masih orok untuk membuat mobil. Mungkin para Insinyur Honda, Toyota, Isuzu, Suzuki, Mitsubitshi, Daihatsu, Mazda, Hyundai, Mercedes, BMW dan lain-lainnya dalam hati mereka tertawa melihat kita yang eforia dengan mobil tersebut sambil nggremeng “emangnya gampang bikin mobil leeee…. le..”

Trus maksudmu gimana? Bisanya cuma mengejek saja begitu, tidak ada solusi…?

Ya itulah yang namanya penonton, sudah alamnya memang begitu, termasuk sok merasa lebih hebat dari pemain, termasuk saya he he… Lihatlah suporter sepakbola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *